Kamis, 24 Februari 2011

contoh laporanpraktikum jurusan peternakan

judul pengawetan pakan


BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pengawetan hijauan merupakan bagian dari sistem produksi ternak. Pengawetan hijauan dengan pembuatan pakan bertujuan agar pemberian hijauan sebagai pakan ternak dapat berlangsung secara merata sepanjang tahun, untuk mengatasi kekurangan pakan di musim paceklik harus dilaksanakan pengawetan. Tanaman mempunyai kecepatan tumbuh yang besar di musim penghujan, jadi ketersediaan hijauan ataupun limbah hasil pertanian pada musim tersebut akan berlimpah (jerami padi,sisa tanaman jagung,kacang-kacangan).
Fungsi pengawetan akan tercapai bila setelah hijauan ataupun limbah pertanian dipanen segera dilakukan pencacahan baik dengan golok atau chopper rumput. Hal ini merupakan upaya agar proses respirasi yang terjadi pada sel tanaman segera terputus dan berhenti. Tujuannya adalah agar kandungan air hijauan dapat mencapai titik dimana aktivitas air dalam sel tanaman dapat mencegah perkembangan mikroba. Pengawetan tersebut akan berdampak pada keadaan fisik serta komposisi kimia hijauan tersebut antara lain dengan kehilangan sebagian dari zat makanan (gizi tanaman/nutrien) yang nantinya akan berdampak pada nilai nutrisi hijauan tersebut oleh karena itu cara pengawetan hijauan pakan ternak sangat penting dilakukan agar pakan yang akan kita berikan kepada ternak dapat ditingkatkan nilai kecernaanya atau nilai gizinya .

1.2 Tujuan
Setelah mengikuti praktikum pengawatan Hijauan Makanan Ternak (HMT) diharapkan mahasiswa mampu :
1. Mengetahui dan memahami proses pengawetan Hijauan Makanan Ternak (HMT) dengan baik.
2. Untuk mengetahui pengujian zat anti nutrizi pada pakan tambahan yang dicamprkan.
3. Mengolah keong mas untuk menghilangakan racunya dan cara pengawetan
1.3 Manfaat
Sebagai penambah pengetahuan mahasiswa tentang prinsip prinsip pengawetan Hijauan Pakan Ternak serta dapat diterapkan di kehidupan masyarakat sehari-hari.


























BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pembuatan Amoniasi
Pada umumnya limbah pertanian banyak sekali mengandung sellulosa dan hemisellulosa yang merupkan bagian dari serat kasar hijauan. Keduanya secara kimia merupakan rantai yang panjang dari glukosa. Ikatan rantai ini cukup kuat. Disamp ing itu mereka berikatan pula dengan lignin, ikatan inipun lebih kuat dari ikatan diantara sellulosa tadi. Semuanya itu secara bersama-sama cukup tahan terhadap “serangan” enzim yang dikeluarkan oleh mikroba rumen (pencernaan). Jika rangkaian ini dapat lepas maka sellulosa dan hemisellulosa tadi dimanfaatkan oleh tubuh ternak sebagai energi.
Dengan demikian maksud dari pengolahan amoniasi adalah memotong ikatan rantai tadi dan membebaskan sellulosa dan hemisellulosa agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh ternak. Amoniak (NH3) yang berasal dari urea akan bereaksi dengan jerami padi. Dalam hal ini ikatan tadi lepas diganti mengikat NH3, dan sellulosa serta hemisellulosa lepas. Ini semua berakibat pada kecernaan meningkat, juga kadar protein jerami padi meningkat; NH3 yang terikat berubah menjadi senyawa sumber protein.

2.2 Pembuatan Silase
Bahan untuk pembuatan silase adalah segala macam hijauan dan bahan dari tumbuhan lainnya yang di sukai oleh ternak ruminansia, seperti : Rumput, Sorghum, Jagung, Biji‐bijian kecil, tanaman tebu, tongkol gandum, tongkol jagung, pucuk tebu, batang nanas dan jerami padi, dll
Syarat hijauan (tanaman) yang dibuat Silase :
Segala jenis tumbuhan atau hijauan serta bijian yang di sukai oleh ternak, terutama yang mengandung banyak karbohidrat nya. Untuk penjelasan mengapa dan apa sebabnya lihat di bagian Prinsip Fermentasi


Bahan tambahan
Dengan mengetahui prinsip fermentasi dan phase tahapan prosesnya , maka kita bisa memanipulasi proses fermentasi dalam pebuatan silase. Manipulasi di tujukan untuk mempercepat proses atau untuk meningkatkan dan mempertahankan kadar nutrisi yang terkandung pada bahan baku silase Manipulasi dengan penambahan bahan additive ini bisa dilakukan secara langsung dengan memberikan tambahan bahan‐bahan yang mengandung karbohidrat yang siap diabsorpsi oleh mikroba, antara lain :
1. Molase (melas) : 2,5 kg /100 kg hijauan.
2. Onggok (tepung) : 2,5 kg/100 kg hijauan.
3. Tepung jagung : 3,5 kg/100 kg hijauan.
4. Dedak halus : 5,0 kg/100 kg hijauan.
5. Ampas sagu : 7,0 kg/100 kg hijauan, Biasanya ini diperlukan bila bahan dasarnya kurang banyak mengadung karbohidrat
6. 200ml MiG Decomposer/100kg hijauan.

2.3 Prinsip pengawetan dan fermentasi
Setelah memahami prinsip dasar pembuatan pengawetan, maka proses tahap pelaksanaan pembuatan pakan akan menjadi sangat mudah di fahami apa dan mengapanya.
Jerami diperam selama kurang lebih 21 hari jangan sampai jadi kompos jerami padi merupakan limbah tanaman pertanian yang sangat potensial sebagai pakan hijauan terutama di daerah kering. Pada penghujan, jerami padi diberikan dalam jumlah sedikit. sedangkan pada musim kemarau pada umumnya peternak memberikan jerami padi sebagai hijauan tunggal. Jerami padi mengandung sedikit protein, lemak dan pati serta serat kasar yang relatif tinggi karena lignin dan silikanya tinggi. Untuk meningkatkan kecernaan jerami padi dan jumlah konsumsinya, jerami padi perlu diberi perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik. Probiotik merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikroorganisme, lignolitik, proteolitik, amilolitik, sellulolitik, lipolitik dan nitrogen non simbiotik yang dapat memfermentasi jerami sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai kecernaannya
Darijono,menyampaikan bahwa fermentasi adalah proses perombakan dari struktur keras secara fisik, kimia dan biologis sehingga bahan dari struktur yang komplek menjadi sederhana, dan daya cerna ternak menjadi lebih efisien. Kemudian dilanjutkan dengan mempraktekan pembuatan pakan ternak secara fermentasi jerami starbio, dengan sebelumnya harus mengetahui komposisinya, bila jeraminya basah seberat 1 ton maka, starbio 5 Kg dan urea 5 Kg, kalau jerami kering dengan perbandingan starbio 6 Kg serta urea 6 Kg, sedangkan cara pembuatannya meliputi:

a. Tempatkan jerami pada tempat yang terlindung dari sinar matahari.
b. Kelembaban jerami 60% yaitu basah ditelapak tangan.
c. Tumpuk jerami setinggi 30 cm kemudian atasnya ditabur starbio dan urea, lalu diinjak-injak, lakukan berulang-ulang sampai ketinggian 1,5 cm, tumpuk jerami secara menyilang, guna mempermudah pembongkaran untuk penjemuran, apabila jerami kering, sirami dengan air terutama pada minggu pertama.
d. Jerami diperam selama 21 hari untuk silase, untuk pengolahan dengan NaOH jangan sampai lebih karena bisa jadi kompos.
e. Bongkar jerami kemudian diangin – anginkan atau dijemur lalu dapat disimpan, sebagai stok yang dapat disimpan selama 1 tahun.
f. Setelah diangin – anginkan sudah dapat diberikan pada sapi.
Untuk mengetahui Ciri – ciri jerami fermentasi yaitu : selama proses fermentasi jerami berbau harum,






2.2 Alat atau Bahan dan Prosedur kerja
Praktikum Pengolahan keong mas
Bahan alat
1. Daging keong mas 500 gram
2. Asam asetat, NaCl NH2SO4, pH 2
3. Setoples beling yang sudah dilubangi
4. pH meter kertas lakmus
5. ember plastik
Prosedur
1. Daging bekicot mas dicuci dengan garam dan asam cuka agar hilang lendirnya
2. Bagi 2 masing masing 0,5 kg dan tempatkan dalam toples bertutup yang diberi selang untuk aliran gas agar produk gas keluar tetapi kondisi stoples tetap anaerop.
3. Tambahkan asam cuka kedalam toples satu 0,5 kg daging keongmas dan toples dua 0,5 kg daging keong massampai bahan terendam.
4. Tutup dan pipa ditengah penutup masukan kedalam air agar keluar dari toples kediuanya dalam keadaan anaerob selama dua minggu.
Uji yang dilakukan
1. Setelah dua minggu ukur pH
2. Bau tidak busuk
3. Warnah tidak berubah
4. Tidak terjadi penjamuran
5. Alat dan bahan

Praktikum Pembuatan Tempe Dedak
Bahan dan alat
1. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah dedak padi sebanyak 1 kg dan laru tempe sebanyak 5 gram.
2. Alat alat yang digunakan adalah dandang satu buah kompor satu buah nampan palstik satu buah laptangan sendok nasi plastik pembukus Besar secukupnya dan pengikatpengikat karet.
Prosedur kerja
1. Dedak padi yang akan digunakan ditimbang sebanyak 1 kg kemudian ditambah air bersih sebanyak 500 ml.
2. Dedak dikukus sampai masak ± 2 jam kemudian
3. Setelah cukup matang dedak padi didinginkan kembali dalam nampan kemudian diaduk aduk sapi.
4. Setelah benar-benar dingin kemudian kemudian kemudian ditambahkan laru tempe sebanyak 01 %-03 % ini untuk tujuan fermentasi tempe.
5. Dedak padi yang sudah ter campur dengan laru tempe tersebut kemudian dimasukan kedlam sebua tas kantong plastik.
6. Dalam waktu 2-3 hari sudah dapat digunakan untuk pakan ternak.

Praktikum Fermentasi jerami starbio
Bahan dan alat
Silase hasil sampingan tananaman jagung Jerami jagung 50%, tongkol jagung 5% klobot jagung 7%, dedak jagung 18% ampas tahu 13% urea 2% molases 4 % dan premik 1% atau perbandingan
1. Jeremi basah 5 kg starbio 100 gr dan urea 100 gr.
2. Jerami kering 6 kg starbio 200 gr dan urea 100g.
3. Molases 400 gr

Prosedur kerja
1. Timbang jerami jagung 5 kg, tongkol jagung 0,5 kg dan klobot secukupnya dicampur secara merata.
2. Dedak jagung 1,8 kg urea 200gr, permik 100gr molases 400 gr.
3. kemudian campurkan secara bergiliran molases, premix (starbio), dengan ampas tahu, dengan bahan sisa hasil jagung yang akan digunaka secara merata.
4. Campurkan semua bahan secara merata 1,2,3
5. Tempatkan jerami pada tempat terlindungi
6. Kelembapan 60% yaitu basah telapak tangan dan simpan bahan pakan selama 1 bulan.
7. Bongkar dijemur disimpan.
8. Diberikan kepada ternak.

Praktikum Amoniasai jerami
Bahan
Urea dan jerami
Pengolahan jerami urea
1. Timbang jerami 10 kg
2. Larutkan urea sebanyak 400 gram, urea 100 gr larutkan kedalam air.
3. Campurkan jerami kedalam larutan urea sedikit demi sedikit secara merata.
4. Simpan bahan pakan selama tiga minggu.

Praktikum jerami dengan NaOH
bahan
• 50 gr NaOH
• 2,5 liter air
• Jerami 10 kg


Prosedur kerja
Larutkan 50 gram naoh dalam 2,5 liter air untuk 10 kg jerami, disiramkan pada jerami dan diaduk sampai merata, didiamkan 24-48 jam.
Pengujian zat anti nutizi kedelai
Bahan
1. Kedelai
2. Sendok nasi

Prosedur kerja
1. Kedelai yang disangrai Amabil 10 sendok kedelai yang sudah di sangrai dan 1 sendok urea masukan ditempat bakas selai kemudian tutup dan biarkan 30 menit.
2. Kedelai yang belum disangrai Amabil 10 sendok kedelai yang sudah di sangrai dan 1 sendok urea masukan ditempat bakas selai kemudian tutup dan biarkan 30 menit.



















BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pengolahan jerami dengan probiotik Starbio
Jerami padi merupakan limbah tanaman pertanian yang sangat potensial sebagai pakan hijauan terutama di daerah kering. Pada penghujan, jerami padi diberikan dalam jumlah sedikit. sedangkan pada musim kemarau pada umumnya peternak memberikan jerami padi sebagai hijauan tunggal. Jerami padi mengandung sedikit protein, lemak dan pati serta serat kasar yang relatif tinggi karena lignin dan silikanya tinggi. Untuk meningkatkan kecernaan jerami padi dan jumlah konsumsinya, jerami padi perlu diberi perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik.
Probiotik (starbio) merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikroorganisme, lignolitik, proteolitik, amilolitik, sellulolitik, lipolitik dan nitrogen non simbiotik yang dapat memfermentasi jerami sehingga dapat meningkatkan kualitas dan nilai kecernaannya.
Urea yang dipakai adalah pupuk urea dan pemakaiannya tidak begitu banyak tidak lebih dari 1 % dari bahan yang akan digunakan karena bila digunakan terlalu berlebihan akan menyebabkan gangguan pada ternak. Jerami ditumpuk 30 cm kemudian taburkan Urea dan StarbiO, lalu tambahkan air (dipercik) hingga kadar air 60%. Dosis StarbiO 6Kg dan Urea 6Kg untuk memproses 1 ton jerami kering.
Proses fermentasi berjalan selama 21 hari. Setelah 21 hari segera bongkar untuk dikeringkan sebagai stok pakan atau langsung diberikan ke ternak. Fermentasi jerami tidak memakai urea juga bisa. Caranya adalah sebagai berikut: Tumpuk jerami dan injak – injak, setelah itu taburi starbio dan siram dgn tetes secara merata, siram dengan air sampai basah (komoh-komoh) . Tutup dengan plastik (boleh menggunakan terpal). Biarkan selama 9 hari. Setelah itu jerami siap untuk pakan sapi.

3,2 Pengolahan Jerami Padi dengan Amoniasi Urea
1. Amoniasi merupakan suatu cara pengolahan jerami padi secara kimiawi dengan menggunakan gas amonia
2. Pengadaan gas amonia mahal
3. Urea atau CO(NH2)2, Sumber gas amonia yang murah dan mudah diperoleh,
4. 1 kg urea menghasilkan 0,57 kg gas amonia
5. Urea merupakan senyawa kimia yang mengandung + 45 % unsur nitrogen

Manfaat Amoniasi
a. Merubah tekstur dan warna jerami yang semula keras berubah menjadi lunak dan rapuh
b. Warna berubah dari kuning kecoklatan menjadi coklat tua
c. Meningkatkan kadar protein, serat kasar, energi bruto (GE), tetapi menurunkan kadar bahan ekstrak tiada nitrogen (BETN) dan dinding sel
d. Meningkatkan bahan kering, bahan organik, dinding sel, nutrien tercerna total, energi tercerna, dan konsumsi bahan kering jerami padi
e. NH3 cairan rumen meningkat
f. Memberikan balan nitrogen yang positif
g. Menghambat pertumbuhan jamur
h. Memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami.
Hasil Analisa Laboratorium Amoniasi Urea Jerami Padi
Kandungan Jerami Padi
Tanpa Amoniasi Jerami Padi
Teramoniasi
Protein Kasar (%) 3,45 6,66
Lemak (%) 1,20 1,21
Serat Kasar (%) 33,02 35,19
BETN 37,27 31,76
Abu 25,06 25,18
Kandungan Dinding Sel
(NDF) (%) 79,80 75,09
Energi Bruto (GE)
(Kcal/kg) 3539,48 3927,36
Sumber: Chuzaemi, S. dan Soejono, M. (1987)
Kecernaan Zat-zat Makanan Jerami Padi
Kecernaan Jerami Padi
Tanpa Amoniasi Jerami Padi
Teramoniasi
Bahan Kering (%) 40,65 50,09
Bahan Organik (%) 50,57 60,51
Dnding Sel/NDF (%) 46,51 60,51
Nutrien tercerna total/
TDN (%) 38,59 46,37
Energi Tercerna/DE
(Kcal/g) 1,45 1,99

Sumber: Chuzaemi, S. dan Soejono, M. (1987)
Proses Pembuatan
1. Jerami padi ditimbang sesuai dengan jumlah yang diperlukan
2. dipotong-potong dengan ukuran sekitar 5-10 cm dengan tujuan agar mempermudah dalam penyimpanan dan meng hemat tempat,
3. Ditambahkan urea sebanyak 6 % dari bobot jerami padi yang digunakan. Misalnya : jumlah jerami padi yang diolah sebanyak 10 kg maka urea yang dibutuhkan sebanyak 6% x 10 kg = 0,6 kg,
4. Disiapkan air bersih sebanding dengan jumlah jerami padi yang digunakan. Misalnya : jerami padi 10 kg, diperlukan air 1 liter.
5. Disiapkan silo silo yang digunakan dalam prktikum adalah toples yang berpenutup Selain itu dapat pula digunakan drum atau kantong plastik. Sebelum jerami ditumpuk alas pada dasar wadah diberi plastikbila pembuatanya dalam jumlah yang banyak,
6. Setelah penumpukan jerami selesai, ditutup dengan rapat menggunakan plastik dan disimpan selama empat minggu (21 hari) untuk menunggu proses fermentasi
7. Setelah penyimpanan, tutup dibuka, dikering anginkan dan jerami padi Amoniasi dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia
Proses amonisi bila sempurna ditandai tekstur jerami relatif lebih mudah putus, berwarna kuning tua atau coklat dan bau monia. Untuk mengurangi bau amonia, jerami harus dianginkan selama 1-2 jam sebelum diberikan pada ternak
Pengolahan pakan dengan NaOH
Pengolahan pakan hijau an menggunakan Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam airsehingga baik bila digunakan sebagai pengolahan pakan, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia.
Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembab cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutan KOH. Ia tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas.
3.3 Pembuatan Tempe Dedak
Pembuatan tempe bertujuan adalah menaikan nilai nutrizi yang ada dalam dedak melalui fermentasi jamur tempe dengan fermentasi tesebut maka pakan ternak akan berkwalitas tinggi namuan kelemahan dari pembuatan tempe dedak ini pakan tidak dapat disimpan dalam jangkau yang lama karena mudah membusuk oleh karena itu pengolahan pakan menjadi tempe jarang dilakukan dalam peternakan.
Cara pembuatan, sediakan dedak secukupnya kemudian direbus atau dikukus sampai masak tujuan pengukusan yaitu untuk mematikan mikroba yang tidak diinginkan dalam proses pembauatan tempe dedak .selanjutnya direbus sampai mendidih Setelah mendidih, dedak didinginkan/ditiris. Setelah dingin benar, lakukan peragian, 1/2 sendok teh ragi untuk 1 kg dedak. Selanjutnya bahan tersebut dibungkus, bisa dengan plastik yang dilubangi dengan paku jarak ± 1 cm. Setelah dibungkus, lakukan proses fermentasi/pemeraman, 24 jam pertama ditutup rapat, lalu dibuka setelah 2-3 hari untuk dibrikan kepada ternak
3.4 Pengolahan Keong Mas(Keong Racun)
Keong mas merupakan hama tanaman padi yang sangat merugikan petani hewan ini hidup di air dan banyak terdapat disawah-sawah hewan ini biasanya menyerang padi pada usia mudah sehingga tanaman langsung mati bila dimakan batangnya. Dilihat dari kandungan gizi daging keongmas memliki kandungan protein yang sangat tinggi sehingga baik bila digunakan sebagai bahan pakan.
cara pembuatan daging bekicot mas dicuci dengan garam dan asam cuka agar hilang tujuan pencucian yaitu untuk menghilangan lendirnya. Bagi 2 masing masing 0,5 kg dan tempatkan dalam toples bertutup yang diberi selang untuk aliran gas agar produk gas keluar tetapi kondisi stoples tetap anaerop. Tambahkan asam cuka kedalam toples satu 0,5 kg daging keongmas dan toples dua 0,5 kg daging keong massampai bahan terendam. Tutup dan pipa ditengah penutup masukan kedalam air agar keluar dari toples kediuanya dalam keadaan anaerob selama dua minggu.



Uji yang dilakukan
1. Setelah dua minggu ukur pH
Setelah dua minggu pH mencapai mencapi 3-4
2. Bau tidak busuk
Setelah dilakuakn penciuman tidak berbau busuk
3. Warnah tidak berubah
Setelah dilihat warna daging tidak berubah namun air yang buat perendaman sebelumya jernih menjadi keruh berwarana agak kemerah-merahan
4. Tidak terjadi penjamuran
Tidak ditemukan jamur baik pada permukaan maupun pada daging bekicot.




















BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
4,1 Simpulan
Jerami padi merupakan limbah tanaman pertanian yang sangat potensial sebagai pakan hijauan terutama di daerah kering. Pada penghujan, jerami padi diberikan dalam jumlah sedikit. sedangkan pada musim kemarau pada umumnya peternak memberikan jerami padi sebagai hijauan tunggal. Jerami padi mengandung sedikit protein, lemak dan pati serta serat kasar yang relatif tinggi karena lignin dan silikanya tinggi. Untuk meningkatkan kecernaan jerami padi dan jumlah konsumsinya, jerami padi perlu diberi perlakuan secara fisik, biologis dan kimia.
4,2 saran
Dengan adanya praktikum teknologi pengolahan pakan ternak diharapkan mahasiswa dapat menerapkan pengolahan hijauan pakanternak agar ternak kecukupan unsur gizi ternak dapat terpenuhi

















DAFTAR PUSTAKA
Hariadi 2008 Membuat Fermentasi Jerami online tersedia di http://www.hdrfarm.com/ html. 05 sep 2008
Poni.Bpp, 2007. Proses Pembuatan Tempe online
Tersedia di http://id.shvoong.com/authors/poni/ oktober 2007
Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology 5th edition (online, account needed), John Wiley & Sons. Accessed November 21, 2005. Tersedia dihttp:www.wikipedia.com
Rahadi s. 2009 Teknik Pembuatan Amoniasi Urea Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak online tersedia di http://ilmuternak.wordpress.com/ sep 06 2009
STEVEN M. D. BONGA 2007. PEMBUATAN JERAMI PADI FERMENTASI Desa Treko, Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, Jawa Tengah http://insidewinme.blogspot.com/ Minggu, 04 November 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar